Jakarta (KABARIN) - Toyota mulai membuka peluang untuk masuk ke segmen pikap monokok dengan basis SUV Toyota RAV4, meski hingga kini belum ada keputusan resmi terkait pengembangannya.
Kepala Insinyur Toyota RAV4, Yoshinori Futonagane, mengatakan segmen pikap monokok yang saat ini diisi model seperti Ford Maverick dan Hyundai Santa Cruz dinilai menarik secara pasar dan memiliki potensi besar.
“Saya akui, pasar untuk truk pikap monokok cukup menarik. Belum ada rencana resmi, tetapi gagasan itu terdengar menyenangkan,” ujarnya.
Pernyataan ini memperkuat sinyal dari pihak Toyota Amerika Utara sebelumnya. Presiden dan CEO Toyota Amerika Utara, Tetsuo Ogawa, menyebut permintaan terhadap pikap kompak cukup tinggi, terutama di pasar Amerika Serikat, dan para dealer juga menantikan kehadiran model tersebut.
“Truk pikap berbasis RAV4 merupakan peluang bagi kami,” kata Ogawa, meski ia menegaskan pengembangannya masih membutuhkan waktu.
Jika benar-benar diproduksi, model ini akan menjadi pesaing langsung Ford Maverick di segmen pikap monokok kompak. Toyota juga disebut tengah mempertimbangkan pengembangan pikap lebih kecil berbasis Corolla Cross untuk pasar Amerika Selatan.
Meski demikian, Toyota masih berhati-hati. Beberapa model pesaing seperti Hyundai Santa Cruz dinilai belum mencapai penjualan optimal di pasar Amerika Serikat, bahkan sempat muncul spekulasi potensi penghentian produksi lebih cepat.
Di sisi lain, Toyota dianggap memiliki modal kuat jika masuk ke segmen ini, berkat reputasi ketahanan produk serta kesuksesan lini pikap seperti Tacoma dan Tundra di Amerika Utara.
Namun hingga saat ini, rencana tersebut masih sebatas kajian tanpa kepastian waktu produksi.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026